Friday, January 9, 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak
Berita Pacitan
  • Pendidikan
  • Pariwisata
  • Ekonomi
  • Opini
  • Kriminal
  • Olah Raga
  • Kuliner
  • Gaya Hidup
  • Pemerintahan
  • Kesehatan
  • Peristiwa
  • Login
No Result
View All Result
Berita Pacitan
No Result
View All Result
Home Pariwisata

Monumen Palagan Tumpak Rinjing Pacitan Kini Rusak Tak Terawat

Diki Kurnia by Diki Kurnia
January 15, 2025
in Pariwisata, test
Reading Time: 2min read
0
Monumen Palagan Tumpak Rinjing Pacitan Kini Rusak Tak Terawat

Kondisi Monumen Palagan Tumpak Rinjing yang mulai ditumbuhi lumut, Selasa, 14 Januari 2025. (Foto: Diki Kurnia/Beritapacitan)

44
SHARES
107
VIEWS
WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Monumen Palagan Tumpak Rinjing yang terletak di Kabupaten Pacitan kini tampak memprihatinkan.

Cat temboknya memudar, sampah berserakan, dan fasilitas yang mulai rusak adalah gambaran dari kondisi terkini monumen yang dulu menjadi simbol kebanggaan sejarah.

Related posts

Suasana sore di Pantai Pancer Door Pacitan, saat langit senja berpadu dengan garis laut selatan. Pantai di pusat kota ini menjadi ruang favorit warga dan wisatawan untuk menikmati sunset sekaligus aktivitas pesisir. ( Foto : Istimewa For Beritapacitan.com)

Pacitan Surganya Pantai Unik, Ini Rekomendasi Wisata yang Wajib Dikunjungi

December 27, 2025
25
Kepala Disparbudpora Pacitan, Turmudi, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa 21/10/2025. (foto: Sunardi/Berita Pacitan).

Pacitan Mulai Menengok Wisata Religi, Momentum Hari Santri Jadi Titik Gerak

October 21, 2025
21

Tak hanya itu, longsor yang terjadi di area sekitar monumen juga semakin memperburuk keadaan, namun hingga kini belum ada perhatian serius untuk penanganannya.

Monumen ini diresmikan pada 20 Mei 1980 dan menjadi saksi bisu perjuangan melawan penjajah Belanda, serta menjadi salah satu jalur gerilya Panglima Besar Jenderal Sudirman selama masa perang kemerdekaan.

Keberadaan monumen ini pun menjadi penting bagi masyarakat Pacitan, sebagai bukti sejarah perjuangan bangsa. Namun, seiring berjalannya waktu, perhatian terhadap monumen ini semakin memudar, membuat warga setempat sangat prihatin.

Salah satu warga yang peduli, Tumirah, mengungkapkan kekecewaannya terhadap kondisi monumen yang kini terlantar.

Tumirah dan almarhum suaminya, Misno, sebelumnya diberikan amanah untuk merawat monumen ini oleh keluarga Jenderal Sudirman dari Solo.

Namun, sejak suaminya meninggal dua tahun lalu, tidak ada kejelasan mengenai siapa yang bertanggung jawab atas perawatan monumen tersebut.

“Dulu katanya dikelola oleh daerah, tapi sekarang disebut sebagai aset desa. Masalahnya, tidak ada komunikasi dari desa ke keluarga kami, yang sebelumnya bertanggung jawab merawat,” ujar Tumirah dengan nada kecewa, Selasa, 14 Januari 2025.

Warga setempat, Tumirah saat bercerita soal almarhum suaminya, Misno, sebelumnya diberikan amanah untuk merawat monumen ini oleh keluarga Jenderal Sudirman dari Solo. (Foto: Diki Kurnia/Beritapacitan)

Ia baru mengetahui bahwa monumen ini kini menjadi aset desa setelah diberitahukan oleh dinas sosial. Namun, meski sudah berpindah statusnya, desa belum melakukan perawatan atau berkoordinasi dengan keluarga Tumirah untuk mengelola monumen tersebut.

Keadaan kompleks monumen yang dulunya ramai pengunjung kini sangat memprihatinkan.

Rumput liar tumbuh tak terkendali, bangunan monumen terlihat kusam, dan sampah menumpuk di berbagai sudut. Longsor yang terjadi di sekitar area monumen semakin memperburuk kondisinya.

“Kalau tidak sering dibersihkan, tempat ini sudah mirip hutan. Padahal dulu ramai pengunjung, terutama saat peringatan sejarah,” kata Tumirah mengenang.

Dulu, pengelolaan monumen ini dilakukan dengan menjual tiket masuk, dan sebagian hasilnya digunakan untuk perawatan. Namun, dengan menurunnya jumlah pengunjung, pengelolaan monumen pun akhirnya terhenti.

“Sepertinya tidak ada anggaran dari pemerintah untuk menghidupkan kembali monumen ini. Sayang sekali kalau dibiarkan begitu saja,” tambah Tumirah

Meski demikian, monumen ini masih memiliki nilai edukasi. Pelajar dari berbagai sekolah sesekali mengunjungi untuk belajar sejarah, melaksanakan kemah, atau kegiatan lapangan lainnya. Namun, jika kondisi monumen terus memburuk, fungsi edukasi ini bisa hilang sepenuhnya.

Tumirah berharap agar pemerintah, baik dari tingkat desa maupun kabupaten, segera turun tangan. Selain melakukan perbaikan fisik, ia juga meminta agar ada komunikasi yang jelas terkait status dan tanggung jawab pengelolaan monumen ini.

“Kalau terus dibiarkan, anak cucu kita tidak akan bisa melihat wujudnya lagi. Pemerintah harus segera bertindak,” pungkasnya. (*)

Tags: #PACITANMonumen Tumpak Rinjing
SendShare18Tweet11
Previous Post

Hablum Minal ‘Alam: Santri Demokrasi Gelar Aksi Bebersih Pantai di Pacitan

Next Post

Kejagung Geledah 2 Rumah Eks Ketua PN Surabaya, Duit Rp 21 Miliar Disit

Diki Kurnia

Diki Kurnia

Jurnalis aktif di media online Beritapacitan.com Saat ini aktif melakukan peliputan di wilayah Kabupaten Pacitan. Berkomitmen untuk memberikan yang terbaik melalui profesinya.

Next Post
Kejagung Geledah 2 Rumah Eks Ketua PN Surabaya, Duit Rp 21 Miliar Disit

Kejagung Geledah 2 Rumah Eks Ketua PN Surabaya, Duit Rp 21 Miliar Disit

Cuaca Ekstrem, Pengusaha Grubi di Pacitan Keluhkan Mutu Ubi Anjlok Berair

Cuaca Ekstrem, Pengusaha Grubi di Pacitan Keluhkan Mutu Ubi Anjlok Berair

Baznas Pacitan Salurkan Bantuan Infak untuk Pemberdayaan UMKM dan Masyarakat

Baznas Pacitan Salurkan Bantuan Infak untuk Pemberdayaan UMKM dan Masyarakat

Please login to join discussion
Berita Pacitan

Media Online Pertama di Kabupaten Pacitan yang menumbuhkan jiwa optimisme, di kemas dalam berita positif dan mengispirasi sesuai Undang-Undang Pers Tahun 1999

Warga menunjukkan tempat proses pengolahan pupuk kompos berbahan kotoran sapi di bekas bangunan TPS 3R Desa Kendal, Kecamatan Punung, Kabupaten Pacitan, Kamis, 9 Januari 2026. (Foto: Sunardi/Berita Pacitan)
Ekonomi

Keren, Bangunan TPS 3R Mangkrak di Punung Pacitan Disulap Jadi Pabrik Kompos

by Sunardi
January 9, 2026
0
53

Beritapacitan.com, PACITAN - Ketika Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) di Desa Kendal, Kecamatan Punung, Kabupaten Pacitan mangkrak...

Read more
Ilustrasi siswa SD di Pacitan tampak antusias mengerjakan soal US. (Foto : Doc. Info Pacitan)

Dindik Pacitan Belum Kantongi Data Riil Anak Tidak Sekolah, Penyisiran Ulang Dilakukan

January 8, 2026
7
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Pacitan, Sugeng Santoso, saat memberikan keterangan terkait pendampingan petani muda dan peran kelompok tani, Selasa, 6 Januari 2026. (Foto: Sunardi/Berita Pacitan).

Petani Muda Pacitan Diminta Gabung Poktan, DKPP Papar Keuntungannya

January 6, 2026
26
Bangunan TPS 3R Kebonagung tampak kosong tanpa aktivitas pengolahan. Mesin, ruang kerja, dan fasilitas yang dibangun dengan anggaran ratusan juta rupiah tidak difungsikan, menegaskan lemahnya perencanaan dan keberlanjutan program TPS 3R. (Foto : Sunardi/Berita Pacitan).

DLH Pusing, Banyak TPS 3R di Kabupaten Pacitan Tak Berfungsi Optimal 

January 5, 2026
63
Kasi Pendma Kemenag Pacitan Wisnu Bowo memaparkan kondisi madrasah dan tantangan kesejahteraan ribuan guru swasta di Pacitan. (Foto: Sunardi Beritapacitan.com)

2.174 Guru Madrasah Swasta di Pacitan Belum Sejahtera, Ini Biangnya

January 5, 2026
379

Berita Terbaru

Warga menunjukkan tempat proses pengolahan pupuk kompos berbahan kotoran sapi di bekas bangunan TPS 3R Desa Kendal, Kecamatan Punung, Kabupaten Pacitan, Kamis, 9 Januari 2026. (Foto: Sunardi/Berita Pacitan)

Keren, Bangunan TPS 3R Mangkrak di Punung Pacitan Disulap Jadi Pabrik Kompos

January 9, 2026
Ilustrasi siswa SD di Pacitan tampak antusias mengerjakan soal US. (Foto : Doc. Info Pacitan)

Dindik Pacitan Belum Kantongi Data Riil Anak Tidak Sekolah, Penyisiran Ulang Dilakukan

January 8, 2026

Temukan Kami di :

Berita Terpopuler

  • Keren, Bangunan TPS 3R Mangkrak di Punung Pacitan Disulap Jadi Pabrik Kompos
  • Dindik Pacitan Belum Kantongi Data Riil Anak Tidak Sekolah, Penyisiran Ulang Dilakukan
  • Petani Muda Pacitan Diminta Gabung Poktan, DKPP Papar Keuntungannya
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak

© 2021 PT MEDIA BERITA PACITAN Made with love by BikinKarya Creative Labs

No Result
View All Result
  • Home
  • Kuliner
  • Kriminal
  • Pendidikan
  • Pariwisata
  • Opini
  • Gaya Hidup
  • Ekonomi
  • Pemerintahan
  • Olah Raga
  • Login

© 2021 PT MEDIA BERITA PACITAN Made with love by BikinKarya Creative Labs

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In