Tuesday, January 6, 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak
Berita Pacitan
  • Pendidikan
  • Pariwisata
  • Ekonomi
  • Opini
  • Kriminal
  • Olah Raga
  • Kuliner
  • Gaya Hidup
  • Pemerintahan
  • Kesehatan
  • Peristiwa
  • Login
No Result
View All Result
Berita Pacitan
No Result
View All Result
Home Gaya Hidup

Mengenal Tradisi Gawokan, Permintaan Hujan ala Warga Klesem Pacitan

Admin Berita Pacitan by Admin Berita Pacitan
January 29, 2024
in Gaya Hidup
Reading Time: 1min read
0
Mengenal Tradisi Gawokan, Permintaan Hujan ala Warga Klesem Pacitan
62
SHARES
151
VIEWS
WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Beritapacitan.com, PACITAN– Dusun Kendal, Desa Klesem di Kabupaten Pacitan memiliki tradisi unik yang dikenal sebagai ‘Gawokan’. Ritual ini dipercayai oleh warga setempat sebagai cara untuk memohon agar hujan segera turun.

Tradisi Gawokan, yang telah dilestarikan turun-temurun sejak zaman dahulu, hanya diadakan sekali setahun, tepatnya pada hari Senin dan Kamis. Tradisi ini menjadi semacam bentuk doa kolektif masyarakat untuk menghadapi musim kemarau panjang.

Related posts

Debby Nova, model muda asal Pacitan yang kian bersinar di dunia permodelan. (Foto: Debby for Berita Pacitan)

Mengenal Debby, Model Muda Asal Pacitan yang Cantiknya Tak Ketulungan

May 1, 2025
239
Petugas kebersihan DLH Pacitan saat mengangkut sampah dalam sebuah kegiatan. (Foto: Diki Kurnia/Beritapacitan.com)

Sampah Itu Soal Mental: DLH Pacitan Ajak Warga Berbenah dari Rumah

April 11, 2025
131

Ketika musim kemarau tiba dan sumber air semakin sulit, warga Dusun Kendal memutuskan untuk melaksanakan tradisi Gawokan.

Seorang warga setempat, Miskinem berusia (68), menjelaskan bahwa sebelum memasuki acara inti, masyarakat memulai dengan doa-doa yang dipimpin oleh tokoh agama atau sesepuh desa, memohon agar hujan segera turun. Setelah proses doa selesai, masyarakat melanjutkan ke prosesi Gawokan.

Gawokan sejatinya mata uang tradisional yang digunakan dalam ritual ini yang berasal dari kerang laut. Dalam tradisi Gawokan, mata uang Gawok lazim digunakan sebagai alat tukar pengganti mata uang konvensional.

Masyarakat berkumpul di suatu tempat, dan makanan yang dibawa oleh warga akan diperdagangkan menggunakan Gawok. “Proses jual beli hanya bisa diterima jika menggunakan Gawok,” ungkap Miskinem, Senin (29/1/2024).

Meskipun tidak diwajibkan, setiap tahun masyarakat dengan antusias melibatkan diri dalam tradisi Gawokan. Pun cara ini tidak selalu berhasil mendatangkan hujan, tradisi Gawokan tetap menjadi bagian penting dari budaya masyarakat Dusun Kendal.

Tradisi Gawokan menjadi simbol harapan dan doa di tengah musim kemarau, serta memperkuat rasa kebersamaan dan gotong royong antar warga.

“Bila tidak dilakukan tidak masalah, tetapi setiap tahun warga selalu antusias untuk terus melestarikan dan menggelar tradisi Gawokan,” kata Miskinem.

Tradisi Gawokan ini tidak hanya sekadar ritual, tetapi juga mengandung nilai-nilai kebersamaan dan kepercayaan dalam menyikapi alam dan cuaca yang tidak dapat diprediksi. Khususnya bagi masyarakat Desa Klesem, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Pacitan. (*)

Source: Imam
Via: Arifai
Tags: #PACITANKlesemMinta HujanRitualSeni
SendShare25Tweet16
Previous Post

Kisah Katirah Lansia Pemulung di Pacitan

Next Post

Pemkab Pacitan Buka 400 Lowongan di Tahun 2024, Ini Rinciannya

Admin Berita Pacitan

Admin Berita Pacitan

Next Post
Pemkab Pacitan Buka 400 Lowongan di Tahun 2024, Ini Rinciannya

Pemkab Pacitan Buka 400 Lowongan di Tahun 2024, Ini Rinciannya

Kejagung Tahan Seorang Tersangka Terkait Kasus Korupsi Timah

Kejagung Tahan Seorang Tersangka Terkait Kasus Korupsi Timah

Buang Sampah Sembarangan, 25 Warga Pacitan Terjangkit Penyakit Demam Berdarah

Buang Sampah Sembarangan, 25 Warga Pacitan Terjangkit Penyakit Demam Berdarah

Please login to join discussion
Berita Pacitan

Media Online Pertama di Kabupaten Pacitan yang menumbuhkan jiwa optimisme, di kemas dalam berita positif dan mengispirasi sesuai Undang-Undang Pers Tahun 1999

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Pacitan, Sugeng Santoso, saat memberikan keterangan terkait pendampingan petani muda dan peran kelompok tani, Selasa, 6 Januari 2026. (Foto: Sunardi/Berita Pacitan).
Pemerintahan

Petani Muda Pacitan Diminta Gabung Poktan, DKPP Papar Keuntungannya

by Sunardi
January 6, 2026
0
21

Beritapacitan.com, PACITAN - Petani muda di Kabupaten Pacitan diminta untuk bergabung dalam kelompok tani (poktan). Ajakan tersebut disampaikan sebagai upaya...

Read more
Bangunan TPS 3R Kebonagung tampak kosong tanpa aktivitas pengolahan. Mesin, ruang kerja, dan fasilitas yang dibangun dengan anggaran ratusan juta rupiah tidak difungsikan, menegaskan lemahnya perencanaan dan keberlanjutan program TPS 3R. (Foto : Sunardi/Berita Pacitan).

DLH Pusing, Banyak TPS 3R di Kabupaten Pacitan Tak Berfungsi Optimal 

January 5, 2026
58
Kasi Pendma Kemenag Pacitan Wisnu Bowo memaparkan kondisi madrasah dan tantangan kesejahteraan ribuan guru swasta di Pacitan. (Foto: Sunardi Beritapacitan.com)

2.174 Guru Madrasah Swasta di Pacitan Belum Sejahtera, Ini Biangnya

January 5, 2026
204
Ketua Umum PC PMII Pacitan Sunadi, menegaskan peran sebagai agent of change, menjaga independensi, dan siap mengawal kebijakan publik agar tetap berpihak pada rakyat menyongsong 2026. (Foto : Sunardi Berita Pacitan)

Refleksi 2025, PMII Pacitan Kirim Sinyal Kritis Siap Kawal Kebijakan Publik 2026

December 31, 2025
35
Ayub Diponegoro Azhar menyampaikan bahwa pelanggaran miras menjadi perhatian serius setelah angkanya melonjak hingga lebih dari lima kali lipat. (Foto : Sunardi Berita Pacitan).

​Pelanggaran Minuman Keras Dominasi Tipiring, Kejahatan Narkotika dan Laka Lantas Justru Menurun

December 29, 2025
10

Berita Terbaru

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Pacitan, Sugeng Santoso, saat memberikan keterangan terkait pendampingan petani muda dan peran kelompok tani, Selasa, 6 Januari 2026. (Foto: Sunardi/Berita Pacitan).

Petani Muda Pacitan Diminta Gabung Poktan, DKPP Papar Keuntungannya

January 6, 2026
Bangunan TPS 3R Kebonagung tampak kosong tanpa aktivitas pengolahan. Mesin, ruang kerja, dan fasilitas yang dibangun dengan anggaran ratusan juta rupiah tidak difungsikan, menegaskan lemahnya perencanaan dan keberlanjutan program TPS 3R. (Foto : Sunardi/Berita Pacitan).

DLH Pusing, Banyak TPS 3R di Kabupaten Pacitan Tak Berfungsi Optimal 

January 5, 2026

Temukan Kami di :

Berita Terpopuler

  • Petani Muda Pacitan Diminta Gabung Poktan, DKPP Papar Keuntungannya
  • DLH Pusing, Banyak TPS 3R di Kabupaten Pacitan Tak Berfungsi Optimal 
  • 2.174 Guru Madrasah Swasta di Pacitan Belum Sejahtera, Ini Biangnya
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak

© 2021 PT MEDIA BERITA PACITAN Made with love by BikinKarya Creative Labs

No Result
View All Result
  • Home
  • Kuliner
  • Kriminal
  • Pendidikan
  • Pariwisata
  • Opini
  • Gaya Hidup
  • Ekonomi
  • Pemerintahan
  • Olah Raga
  • Login

© 2021 PT MEDIA BERITA PACITAN Made with love by BikinKarya Creative Labs

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In